Baru belajar mengenai 5 Bucket in Lifi dari Steve Bartlet di buku nya yang sangat mengagumkan “The Diary of a CEO”. Dia berkata bahwa menjadi manusia sukses perlu 5 bucket in Lifi. Dimana buket ini masing-masing Knowledge, Skill, Resources, Network and Reputation. dalam pengalaman saya, ternyata saya juga meyakini 5 key ingredient ini merupakan hal yang wajib dimiliki oleh tidak hanya entrepreuner terkenal, namun juga tokoh tokoh. Bahkan hal ini pula alasan utama mereka menjadi tokoh di bidang nya masing-masing.

Comparison

Dengan curiosity saya mengenai interaksi dengan AI akhir nya saya berdiskusi dengan AI dan melihat hasil yang cukup make sense. Di dalam kurva web yang di sajikan di samping, saya secara spesifik meminta bobot masing masing faktor yang menentukan bagi seorang Jutawan, Milyarder, dan Trilyuner. Secara mengejutkan, semakin mengarah ke arah Milyarder dan Trilyuner maka faktor yang sangat sangat dominan adalah Resources, Network, dan Reputation. Unik nya Faktor Skill hanya bertambah sangat sedikit dari Jutawan untuk menjadi Milyarder dan Trilyuner. Semacam ada plafon yang jelas bagaimana peningkatan Knowledge and Skills at ceritakan point Cannot be translated any longer into wealth.

Input Data Sekunder

Menurut saya kembali, hasil ini sangat masuk akal dan justru memberikan insight kenapa ada frasa “Why rich getting richer, while poor getting poorer”. Rich people memiliki Resources berupa Aset bisa dalam bentuk cash, property atau pun seluruh bentuk aset untuk di jadikan modal atau Loan Collateral di Institusi Finansial. Memiliki modal untuk berusaha adalah faktor utama yang penting. Bagi pemilik usaha yang tidak memiliki privilege Resources ini, maka Resources di dapatkan dari hasil merintis dan menabung profit usaha itu sendiri.

Faktor Ke dua yang sangat penting adalah Network. Pada chart tersebut di tunjukkan kenapa faktor Network hampir meningkat 2X lipat bagi seorang Milyarder dan Trilyuner, dibandingkan seorang Jutawan. Artinya Network ini sendiri artinya seorang pengusaha, tidak bekerja sendiri melainkan juga hasil dari kerja orang lain. Kolaborasi antar pengusaha menunjukkan kita bukan single entitas namun yang bekerja berkolaborasi dengan entitas lain nya. Source of Income, source of project, source of businesses datang dari sumber sumber lain dalam Networkini kita.ada campur tangan Orang lain/entitas lain dalam kesejahteraan pada Milyarder dan Trilyuner.

Faktor ke 3 adalah Reputasi atau rekam jejak. Sebenarnya ini adalah faktor yang terakhir dan yang paling penting dari karakteristik Milyarder dan Trilyuner itu sendiri. Individu individu ini cenderung sangat memiliki rekam jejak yang sangat konsisten dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka pada durasi waktu yang lama.

Reputasi yang membedakan antara satu individu atau entitas. Reputasi membuat Institusi Financial mempercayakan permodalan ke individu atau entitas
tersebut. Reputasi juga membuat Network mereka bertahan dan bahkan berkembang seiring berjalan nya waktu. Mereka adalah individu individu yang dapat di
pegang, di percaya di waktu yang baik dan buruk.

Summary

Ke ingin tahunan saya mengenai fenomena Pareto Principal, Uneven Wealth Distribution, dan juga Rich People Tend to Getting Richer, while Poor People getting Poorer masuk kepada kesimpulan ini. Setiap individu has to have 5 Buckets in life, which are Knowledge (Ilmu), Skills (Bakat), Resources (Sumber Daya), Network (Jaringan), dan Reputation (Reputasi). Pembeda utama Jutawan menuju ke Milyarder dan Trilyuner adalah Resources (Sumber Daya), Network (Jaringan) dan Reputation (Reputasi). Sehingga wealth accumulation tidak hanya bekerja dari tangan individu tersebut, melainkan dari kontribusi individu lain baik yang bekerja untuk mereka atau Network / jaringan mereka.

Apa Kata Mereka?

Budaya K3 ada pada diri kita sendiri. Bekerja aman itu gak ribet jika budaya K3 melekat pada diri kita.

Nurholidin,
Driller.

Related News

News
Earned value management (EVM) adalah sebuah metodologi manajemen proyek untuk mengukur kinerja proyek dengan mengintegrasikan jadwal, biaya, dan EVM adalah Konsep memanfaatkan nilai rencana dan nilai aktual, dengan terlebih dahulu membuat baseline sehingga dengan baseline dapat dievaluasi apakah proyek berjalan dengan baik atau tidak. Agar pemanfaatan EVM dapat dilakukan secara optimal, informasi nilai aktual mengenai kinerja proyek harus selalu diperbaharui berkala dari awal proyek berjalan hingga proyek berakhir ruang lingkup pekerjaan.

Location

News
Baru belajar mengenai 5 Bucket in Lifi dari Steve Bartlet di buku nya yang sangat mengagumkan “The Diary of a CEO”. Dia berkata bahwa menjadi manusia sukses perlu 5 bucket in Lifi. Dimana buket ini masing-masing Knowledge, Skill, Resources, Network and Reputation. dalam pengalaman saya, ternyata saya juga meyakini 5 key ingredient ini merupakan hal yang wajib dimiliki oleh tidak hanya entrepreuner terkenal, namun juga tokoh tokoh. Bahkan hal ini pula alasan utama mereka menjadi tokoh di bidang nya masing-masing.

Location

News
Salah satu bidang yang menjadi Spesialisasi kami di PT. ZEKON Indonesia yaitu Structural Integrity Assessment atau juga kadang disebut Structural Forensic Assessment. Dimana fungsi dari kajian yang dilakukan oleh konsultan meng-evaluasi kelaikan suatu struktur atau bangunan terhadap beban yang bekerja sesuai standard ataua kaidah desain dan juga berfungsi normal sesuai kaidah desain.

Location